SUMBER :https://www.kamusmufradat.com/2019/10/percakapan-bahasa-arab-tentang-cita-cita.html
Percakapan Bahasa Arab Tentang Cita-Cita dan Artinya
سَأَلَ الـمُعَلِّمُ التَّلَامِيْذَ مَرَّةً فِي الصَّفِّ وَاحِدًا وَاحِدًا : مَاذَا تُحِبُّ أَنْ تَكُوْنَ ؟
Seorang guru suatu saat bertanya kepada murid-muridnya di kelas satu persatu, "Kamu suka ingin menjadi apa?"
وَقَالَ : كُلُّ وَاحِدٍ حُرٌّ فِي جَوَابِهِ فَلَا يَـخَفْ وَلَا يَسْتَحِيْ
Dan ia berkata, "Setiap orang bebas untuk menjawab, jangan takut dan jangan malu!"
وَقَالَ
أَحْمَدُ وَكَانَ أَصْغَرَ التَّلَامِيْذِ : أَنَا أُرِيْدُ أَنْ أَكُوْنَ
سِائِقًا فِي القِطَارِ ، فَأَرْكَبُ دَائِمًا وَأُسَافِرُ مَـجَّانًا
وَأَتَنَزَّهُ
Ahmad
berkata dan ia adalah murid paling kecil, "Aku ingin menjadi masinis
kereta api; yang selalu menaikinya, bepergian gratis, dan rekreasi
(keman-mana)."
وَقَالَ
عَبْدُ الرَّحْـمَنِ : إِنَّ سَائِقَ القِطَارِ فِي تَعَبٍ عَظِيْمٍ
وَحَرٍّ وَجَحِيْمٍ ، وَلَكِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَكُوْنَ رُبَّانًا فِي
بَاخِرَةٍ ، فَأَسَافِرُ فِي البَحْرِ وَأَزُوْرُ البِلَادَ البَعِيْدَةَ
مَـجَّانًا وَأُشَاهِدَ عَجَائِبَ الدُّنْيَا
Abdurrahman
berkata, "Masinis kereta api itu selalu dalam kelelahan yang sangat,
panas, dan tersiksa; tapi aku lebih suka menjadi nahkoda kapal yang
bepergian di laut, mengunjungi negara-negara yang jauh dengan gratis,
dan menyaksikan kejaiban-keajaiban dunia."
وَقَالَ
إِبْرَاهِيْمُ : الرُّبَّانُ وَبَاخِرَتُهُ فِي خَطَرٍ مِنَ الغَرَقِ ،
وَلَكِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَكُوْنَ طَبِيْبًا وَأُدَاوِي النَّاسَ
وَأُدَاوِي الفُقَرَاءَ مَـجَّانًا ، وَأَخْدِمُ الخَلْقَ وَأُحَافِظُ
عَلَى صِحَّتِي وَأَعِيْشُ بِأَمْنٍ وَسَلَامٍ
Ibrahim
berkata, "Nahkoda dan kapalnya dalam bahaya berupa tenggelam; tapi aku
lebih suka menjadi dokter yang mengobati manusia, mengobati orang-orang
fakir secara cuma-cuma, mengabdi kepada mahkluk, menjaga kesehatanku,
dan hidup dengan aman dan tenang."
وَأَجَابَهُ
عَبْدُ الرَّحْمَنِ وَقَالَ : هَذَا لَيْسَ بِصَحِيْحٍ ، لَيْسَتِ
البَاخِرَةُ فِي خَطَرٍ فِي هَذَا الزَّمَانِ ، وَالبَوَاخِرُ تُسَافِرُ
دَائِمًا فِي هَذِهِ الأَيَّامِ بِأَمْنٍ وَسَلَامٍ ، وَبِالعَكْسِ أَرَى
الأَطِبَّاءَ يَـمْرَضُوْنَ وَيَـمُوْتُونَ
Abdurrahman
menimpali dengan berkata, "Ini tidak benar, kapal di zaman ini tidaklah
membahayakan, kapal-kapal sekarang selalu bisa bepergian dengan aman
dan selamat, bahkan sebaliknya aku melihat banyak dokter yang sakit dan
meninggal."
وَقَاطَعَهُ إِبْرَاهِيْمُ وَقَالَ : أَمَا سَـمِعْتَ أَنَّ بَاخِرَةً غَرِقَتْ قَبْلَ يَوْمَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ
Ibrahim menyela dan berkata, "Tidakkah kamu mendengar ada kapal tenggelam dua atau tiga hari yang lalu?"
وَأَرَادَ
إِبْرَاهِيْمُ أَنْ يُـجِيْبَهُ وَلَكِنَّ قَالَ الـمُعَلِّمُ : وَهَذَا
لَيْسَ وَقْتَ مُنَاظَرَةٍ وَقَدْ بَقِيَ كَثِيْرٌ مِنَ الطَّلَبَةِ ،
وَمَاذَا تَقُوْلُ يَا قَاسِمُ ؟
Ibrahim
ingin menjawabnya namun sang guru lebih dulu berkata, "Ini bukanlah
waktu untuk berdiskusi, dan masih tersisa banyak murid, apa yang kamu
katakan wahai Qasim?"
قَالَ
قَاسِمٌ : أَنَا لَا أُحِبُّ أَنْ أَكُوْنَ سَائِقًا أَوْ رُبَّانًا أَوْ
طَبِيْبًا ، بَلْ أُحِبُّ أَنْ أَكُوْنَ فَلَّاحًا ، أَزْرَعُ وَأَحْرُثُ ،
وَلَا أَحَدَ يَـخْدِمُ النَّاسَ وَيَنْفَعُهُمْ كَالفَلَّاحِ ، وَهُوَ
الَّذِي يَزْرَعُ الحُبُوْبَ وَالخُصَرَ فَيَأْكُلُ النَّاسُ وَالدَّوَابُّ
Qasim
berkata, "Aku tidak suka menjadi masinis, nahkoda, atau pun dokter;
tapi aku lebih suka menjadi petani, menanam dan membajak, tidak ada yang
melayani manusia dan memberi manfaat kepada mereka selain petani,
dialah yang menanam benih-benih dan sayuran, lalu manusia dan binatang
memakannya."
وَقَالَ
سُلَيْمَانُ : أَنَا أُحِبُّ أَنْ أَكُوْنً تَاجِرًا ، لِي دُكَّانٌ
كَبِيْرٌ فِي سُوْقِ كَبِيْرَةٍ يَأْتِي النَّاسُ إِلَيَّ وَيَشْتَرُوْنَ
Sulaiman
berkata, "Aku suka menjadi pedagang yang memiliki toko besar di pasar
yang besar pula, lalu manusia mendatangi (toko)-ku dan membeli."
وَقَالَ حَامِدٌ : أَنَا أُحِبُّ أَنْ أَكُوْنَ صَنَّاعًا مَاهِرًا وَمُـخْتَرِعًا أَصْنَعُ وَأَخْتَرِعُ الأَشْيَاءَ العَجِيْبَةَ
Hamid
berkata, "Aku suka menjadi produsen yang jago dan penemu, aku akan
membuat dan menciptakan banyak hal-hal yang menakjubkan."
وَقَالَ
خَالِدٌ : أَنَا أُحِبُّ أَنْ أَكُوْنَ جُنْدِيًّا قَوِيًّا أُقَاتِلُ
الكُفَّارَ وَالـمُشْرِكِيْنَ وَأُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ
Khalid berkata, "Aku suka menjadi tentara yang kuat, memerangi orang-orang kafir dan musyrik, dan aku berjihad di jalan Allah."
وَقَالَ
عَبْدُ الكَرِيْمِ : أَنَا أُحِبُّ أَنْ أَكُوْنَ غَنِيًّا كَبِيْرًا
أَلْبَسُ مَا أُحِبُّ ، وَآكُلُ مَا أَشْتَهِي ، وَأُسَافِرُ إِلَى أَيْنَ
أُرِيْدُ ، وَدَائِمًا عِنْدِي مَالٌ كَثِيْرٌ وَأَسْكُنُ فِي قَصْرٍ
كَبِيْرٍ
Abdulkarim
berkata, "Aku suka menjadi orang kaya raya, memakai yang aku suka,
makan yang aku mau, bepergian ke tempat yang aku ingin, selalu punya
banyak harta, dan tinggal di istana yang besar."
وَضِحَكَ الأَوْلَادُ مِنْ قَوْلِ عَبْدِ الكَرِيْـمِ وَخَجِلَ عَبْدُ الكَرِيْـمِ
Anak-anak menertawakan perkataan Abdulkarim sehingga membuat ia malu.
وَقَالَ
مُـحَمَّدٌ : أَنَا أُحِبُّ أَنْ أَكُوْنَ عَالِمًا أَخَافُ اللهَ
وَأَعْبُدُهُ ، وَأَعِظُ النَّاسَ وَآمُرُهُمْ بِالـمَعْرُوْفِ
وَأَنْـهَاهُمْ عَنِ الـمُنْكَرِ وَأُحَذِّرُهُمْ عَذَابَ اللهِ
Muhammad
berkata, "Aku suka menjadi orang alim yang takut kepada Allah dan
menyembah-Nya, menasehati manusia, memerintahkan mereka kepada yang
baik, melarang mereka dari yang buruk, dan memperingatkan mereka akan
siksa Allah."
قَالَ
الـمُعَلِّمُ : أَحْسَنْتُمْ يَا أَوْلَادِي وَأَنَا أَدْعُو لَكُمْ
بِالتَّوْفِيْقِ وَالنَّجَاحِ ، وَلَكِنْ كُوْنُوا مُسْلِمِينَ وَابْتَغُوا
اللهُ بِعَمَلِكُمْ وَانْفَعُوا الدِّيْنَ بِشُغْلِكُمْ وَاخْدِمُوا
الأُمَّةَ بِعِلْمِكُمْ
Sang
guru berkata, "Bagus semua anak-anakku, aku mendoakan kalian supaya
dimudahkan dan sukses, akan tetapi jadilah orang muslim, berharaplah
(ridha) Allah dengan pekerjaan kalian, berilah manfaat untuk agama
dengan kesibukan kalian, dan mengabdilah kepada umat dengan ilmu
kalian."
قَالَ التَّلَامِيْذُ : وَمَاذَا تَقُوْلُ أَيُّهَا الأُسْتَاذُ عَنْ عَبْدِ الكَرِيْمِ وَقَصْرِهِ ؟
Murid-murid berkata, "Lalu bagaimana pendapatmu wahai guru tentang perkataan Abdulkarim dan istananya?"
قَالَ
الـمُعَلِّمُ : الـمَالُ نِعْمَةٌ مِنَ اللهِ يَـجِبُ عَلَيْهَا الشُّكْرُ
، وَسَعِيْدٌ جِدًّا مَنْ آتَاهُ اللهُ مَالًا فَهُوَ يُنْفِقُ مِنْهُ
سِرًّا وَجَهْرًا ، وَيَبْتَغِي بِهِ مَرْضَاةَ اللهِ وَيَـخْدِمُ بِهِ
الإِسْلَامَ ، وَقَدْ جَاءَ فِي الـحَدِيْثِ الشَّرِيْفِ : "لَا حَسَدَ
إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ ، رَجُلٌ آتَاهُ اللهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى
هَلَكَتِهِ فِي الـحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي
بِـهَا وَيُعَلِّمُهَا"
Guru
berkata, "Harta merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri, bahagialah
orang yang Allah berikan harta lalu ia menafkahkannya baik secara
sembunyi maupun terang-terangan, ia mengarapkan darinya ridha Allah,
melayani agama Islam; dan telah sampai dalam sebuah hadits yang mulia,
"Tidak ada hasad kecuali dalam dua hal, laki-laki yang Allah berikan ia
harta lalu ia menghabiskanya dalam kebaikan, dan laki-laki yang Allah
berikan ia kebijaksanaan (ilmu) lalu ia tunaikan dan ajarkan."
وَقَدْ كَانَ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ غَنِيًّا وَسَيِّدُنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ غَنِيًّا
Dahulu (sahabat) Utsman adalah orang kaya, dan (sahabat) Abdurrahman bin Auf adalah orang kaya.
وَرَفَعَ عَبْدُ الكَرِيْمِ رَأْسَهُ وَقَالَ : سَأَجْتَهِدُ أَنْ أَخْدِمَ الإِسْلَامَ بِـمَالِي وَأَبْتَغِي بِهِ مَرْضَاةَ اللهِ
Abdulkarim
mengangkat kepalanya dan mengatakan, "Aku akan berusaha untuk
mengabdikan diri kepada Islam dengan hartaku, dan mengharapkan darinya
ridha Allah.
|
|---|

