Senin, 22 Maret 2021
Rabu, 30 Desember 2020
Selasa, 29 Desember 2020
Senin, 21 Desember 2020
Rabu, 09 Desember 2020
Selasa, 01 Desember 2020
Senin, 30 November 2020
Senin, 23 November 2020
Minggu, 22 November 2020
Rabu, 18 November 2020
Senin, 16 November 2020
Inovasi-teknologi-pertanian
sumber :
http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/inovasi-teknologi
Alpukat memiliki perilaku pembungaan yang menarik. Perilaku pembungaan ini sering tidak diketahui oleh petani alpukat, padahal pengetahuan ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas tanaman alpukat. Banyak petani yang mengeluhkan rendahnya produksi, bahkan ada yang melaporkan pohon alpukat mereka yang sama sekali tidak berbuah meskipun bunga yang muncul sangat banyak. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas tanaman alpukat adalah perilaku pembungaannya.
Bunga alpukat merupakan bunga lengkap dan sempurna yang memiliki organ jantan dan betina dalam satu bunga. Organ jantan terdiri dari benang sari dan kepala sari serta serbuk sari yang terdapat dalam kepala sari. Organ betina terdiri dari stigma, tangkai stigma dan ovarium. Bunga alpukat tersusun dalam malai yang muncul di ujung ranting. Malai berbentuk payung menggarpu dan bercabang banyak. Alpukat mempunyai perilaku pembungaan yang disebut synchronous dichogamy. Bunga yang sama akan mekar 2 kali dalam waktu 2 hari, dengan fungsi yang berbeda pada masing-masing saat mekar. Pada saat bunga mekar pertama berfungsi sebagai bunga betina atau stigma reseptif untuk menerima serbuk sari, fase ini dapat berlangsung 2-4 jam. Setelah itu bunga mekar akan menguncup. Bunga yang sama akan mekar kembali pada hari kedua yang berfungsi sebagai bunga jantan. Pada saat mekar kedua, kepala sari akan melepaskan serbuk sari. Setelah mekar kedua, bunga akan kembali menguncup hingga menjadi putik atau bunga gugur.
Selain dari sifat synchronous dichogamy, bunga alpukat juga memiliki perilaku yang unik karena waktu berfungsinya bunga betina dan jantan yang berbeda antar varietas. Dikenal 2 tipe pembungaan pada alpukat, yaitu “tipe A” dan “tipe B”. Pada bunga tipe A, bunga mekar pertama (sebagai bunga betina) terjadi pada pagi hari dan mekar kedua (sebagai bunga jantan) terjadi sore hari pada hari berikutnya. Pada tipe B, bunga mekar pertama (sebagai bunga betina) terjadi pada sore hari dan mekar kedua (sebagai bunga jantan) terjadi pagi hari pada hari berikutnya.
Gambar 1. Ciri-ciri bunga mekar pada tanaman alpukat. a) Bunga mekar tahap pertama (sebagai bungan betina). b) Bunga mekar tahap kedua (sebagai bunga jantan)
Penyerbukan pada bunga dapat terjadi jika serbuk sari jatuh pada stigma (kepala putik). Karena sifat synchronous dichogamy dan tipe pembungaan (tipe A dan B) alpukat, maka pernyerbukan cenderung terjadi pada stigma dengan serbuk sari dari bunga yang berbeda. Penyerbukan dibantu oleh angin dan serangga. Adanya ratusan bunga pada waktu yang sama akan meningkatkan terjadinya penyerbukan. Namun fruit set (bunga menjadi buah) alpukat sangat rendah yaitu berkisar 0-1%, jika hanya mengandalkan serbuk sari dari pohon yang sama. Untuk meningkatkan fruit set pada tanaman alpukat, dianjurkan untuk menanam campuran varietas dengan tipe pembungaan yang berbeda (tipe A dan B) dalam satu kebun, memperbanyak populasi serangga polinator atau dengan bantuan penyerbukan sehingga dapat meningkatkan fruit set hingga 27.2%.
Gambar 2. Perilaku synchronous dichogamy dan tipe pembungaan alpukat. 1) Kuncup bunga. 2) Bunga mekar tahap pertama (betina), 3) Bunga menguncup setelah mekar tahap pertama, 4) Bunga mekar tahap kedua jantan), 5) Bunga menguncup setelah mekar tahap kedua
Untuk mengetahui tipe pembungaan pada alpukat dapat diketahui dengan mengamati perilaku pembungaannya, terutama pada saat mekar. Terdapat perbedaan bentuk mekar bunga pada tahap pertama dan tahap kedua. Bunga mekar tahap pertama dicirikan dengan tangkai sari yang menjauh dari sitgma atau mendekati mahkota. Bunga mekar tahap kedua dicirikan dengan tangkai sari yang mendekati stigma terutama tiga buah tangkai sari bagian dalam. Pada tahap ini kepala sari membuka kotak sari dan melepaskan serbuk sari.
Saat ini varietas-varietas unggul alpukat telah banyak ditanam dengan skala luas. Varietas-varietas tersebut sebagian besar telah terdaftar di Kementerian Pertanian yaitu sejumlah 24 varietas ; Ijo Panjang, Ijo Bundar, YM Lebak, Mega Murapi, Mega Gagauan, Mega Paninggahan, Feurtindo, Tongar, Ledapuan Sikka, Pesako, Gayo, Siginjai, Sindangreret, Mentera, Kendil, Raja Giri, Si Jago, Rengganis, Wina Bandungan, Idola, Cipedak, Moncok Mentaram, Soga dan Pameling. Walaupun sudah banyak varietas unggul yang didaftarkan dan telah banyak ditanam dalam skala luas, namun produksi alpukat di Indonesia masih rendah. Hal ini mungkin disebabkan oleh pemilihan varietas yang kurang tepat dan tanpa memperhitungkan tipe pembungaanya.
Sumber: Farihul Ihsan dan Panca Jarot Santoso
Editor: Tim Website
- Koleksi Plasma Nutfah Salak Di Balitbu Tropika Menunjang Perakitan Varietas Unggul Baru
- Bincang Buah Tropika "SERI MANGGA"
- Bincang Buah Tropika : Strategi Agribisnis Buah Tropika melalui Pendekatan Inovasi Teknologi Budidaya dan Pemasaran
- Bincang Buah Tropika ON LINE "Pemanfaatan minyak atsiri dalam pengendalian OPT Buah Tropika"
- Begini Cara Cangkok Pepaya Hermaprodit
- Potensi Pengembangan Pepaya Merah Delima Di Lahan Rawa Lebak
- Uniknya Pisang Tongka Langit di Indonesia
- Kurma Rambutan, Antioksidan Murah untuk Tingkatkan Imunitas
Page 1 of 166
Selasa, 08 September 2020
Sabtu, 05 September 2020
Inilah 8 Jenis Alpukat Unggulan Dengan Rasa Paling Enak dan Paling Cocok di Budidayakan di Iklim Indonesia
Jenis Alpukat Unggulan – Buah alpukat memang sudah menjadi salah satu buah yang sangat populer bagi masyarakat Indonesia. Bakan tanpa alasan pasalnya, buah yang identik mempunyai warna hijau ini sering dimanfaatkan untuk jus atau bahan dalam es campur maupun hidangan lainnya. Rasanya yang nikmat membuat banyak orang menyukainya. Bahkan, buah alpukat ini juga sering digunakan sebagai bahan diet atau pencegah rasa lapar karena kandungan yang dimilikinya.
Tanaman alpukat merupakan jenis tanaman buah unggulan yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Tanaman alpukat mampu tumbuh tinggi hingga mencapai 20 meter. Buah alpukat memiliki kulit lembut tak rata berwarna hijau tua hingga ungu kecoklatan, tergantung pada varietasnya. Daging buah alpukat mempunyai warna hijau muda dekat kulit dan kuning muda dekat biji, dengan tekstur lembut.
Budidaya tanaman alpukat tergolong mudah untuk dilakukan dan tidak memerlukan perawatan yang mahal. Asalkan syarat tumbuh tanaman alpukat terpenuhi dan perawatan yang teratur dilakukan, tanaman alpukat akan tumbuh dengan baik dan cepat berbuah. Bahkan dalam bertanam alpukat ini dapat dilakukan di pekarangan rumah atau halaman rumah sendiri lho. Asalkan punya halaman yang cukup dan memang hobi, berkebun alpukat dapat dilakukan dengan mudah.
Nah jika anda tertarik untuk bertanam alpukat yang istimewa ini? ada baiknya anda mengetahui jenis-jenis alpukat yang cocok untuk dibudidayakan di iklim Idonesia. Kali ini kami akan mengulas tentang jenis-jenis alpukat unggulan yang paling bagus dan paling cocok dibudidayakan. Berikut ulasannya!.
1. Alpukat Wina
Alpukat Wina adalah salah satu alpukat lokal yang menjadi unggulan yang tersohor dengan ukuran yang besar dengan bobot 1.3 kg – 1.8 kg/buah dibandingkan alpukat biasa. Buah Alpukat Wina mempunyai daging buah yang tebal, padat dan berwarna kuning. Selain itu, buah alpukat wina mempunyai citarasa yang terbilang gurih, manis, dan tentunya nikmat.
Bibit alpukat wina mempunyai khas yakni daun pohon yang tumbuh memanjang, sekitar 12 cm – 25 cm dan bunganya tampak bersembunyi yang memiliki ukuran 5 mm – 10 mm dengan warna khas, yakni hijau kekuningan. Bibit alpukat wina dapat tumbuh optimal pada daerah dengan ketinggian sekitar 1000 mdpl.
Panen buah alpukat wina akan dimulai saat tanaman berumur 4-5 tahun sejak penanaman. Tanaman alpukat wina mempunyai tingkat produktifitas yang tergolong tinggi yakni 100 kg/pohon. Tanaman alpukat wina juga terkenal dengan kemampuan berbuah sepanjang musim mengenal musim alias di segala musim. Keunggulan lainnya adalah buah alpukat wina mampu bertahan hingga 15 hari setelah dipetik.
2. Alpukat Mentega
Alpukat mentega termasuk jenis buah alpukat unggulan karena memiliki buah dengan daging yang tebal, padat dan bertekstur kenyal tak berair. Yang paling menarik adalah buah alpukat ini mempunyai daging buah yang berwarna kuning cantik tampak bersih tanpa cacat dan serupa dengan mentega.
Buah alpukat mentega mempunyai bentuk cenderung bulat dengan bagian pangkal dan ujung agak membulat pula dengan panjang sekitar 13 -17 cm dan diameter 10 – 14 cm. Adapun berat buahnya rata-rata sekitar 600 gram /buah. Buah alpukat mentega Memiliki kadar protein 1,37%, dan kadar lemak 7,58%.
Panen buah alpukat wina akan dimulai saat tanaman berumur 4-5 tahun sejak penanaman. Tingkat produkti alpukat mentega ini tergolong tinggi yakni mencapai 350 sampai 450 buah/pohon atau sekitar 225 kg/tahun. Keistimewaan lainnya adalah Tanaman mentega mampu berbuah sepanjang tahun.
3. Alpukat Miki
Sesuai dengan namanya, Alpukat miki ini mempunyai buah yang berukuran kecil, bobot satu buahnya rata-rata hanya berkisar antara 400-600 gram/buah saja. Namun dibalik ukurannya yang kecil, buah alpukat miki mempunyai daging buah berwarna kuning, bertekstur padat dan pulen. Buah alpukat juga mempunyai rasa yang gak kalah dengan jenis alpukat unggulan lainnya.
Tanaman Alpukat miki merupakan jenis alpukat unggulan khusus dataran rendah, Yups, tanaman alpukat ini mampu tumbuh dengan optimal dan mampu berbuah dengan baik pada dataran rendah. Tanaman alpukat miki ini juga terkenal dengan kemampuan berproduksi sepanjang tahun.
Keunggulan lainnya adalah bibit alpukat mini ini tergolong genjah, bibit tanaman alpukat miki ini akan mulai berproduksi pada usia sekitar 3 – 4 tahun sejak penanaman. Buah alpukat miki ini juga sangat dibenci oleh ulat, pasalnya kulit buah alpukat miki sangat tebal sehingga sangat sulit untuk ditembus oleh ulat-ulat jahat.
4. Alpukat Kendil
Sesuai dengan gelar yang disandangnya, buah alpukat yang satu ini mempunyai ukuran yang cukup besar dan mempunyai bentuk serupa kendil. Bobot satu buahnya bisa mencapai 1 – 2 kg/buah. Buah alpukat kendil mempunyai daging buah yang tebal dengan biji yang kecil. buah alpukat kendil juga mempunyai rasa yang lebih nikmat, lembut dan manis dan dapat di makan langsung.
Bibit alpukat Kendil mampu tumbuh optimal pada daerah dengan ketinggian hingga 1500 mdpl. Adapun tanah yang cocok adalah tanah tanah gembur, subur, tak mudah tergenang air, dan mengandung bahan organik yang banyak. Keunggulan lainnya adalah daun alpukat kendil ini juga tidak di sukai ulat.
Panen buah alpukat kendil dapat dimulai saat tanaman berumur 3-4 tahun sejak penanaman. Harga jual buah alpukat kendil ini tergolong tinggi sehingga sangat cocok untuk di budidayakan untuk investasi masa depan.
5. Alpukat Aligator
Alpukat aligator terkenal dengan bentuk buahnya yang unik, Yups, buah Alpukat aligator cenderung berbentuk bulat lonjong, dengan bagian bawah agak membesar dan bagian ujung mengecil layaknya buah pir dengan ukuran yang lebih panjang. ukuran panjang buahnya rata -rata 70 – 80 cm. Bobot satu buahnya bisa mencapai berat 1 hingga 1,3 kg/buah.
Buah alpukat aligator juga mempunyai daging buah yang tebal, bertektur lembut tanpa serat. untuk soal rasa? buah alpukat aligator ini bercitarasa manis dan tidak memiliki rasa pahit serta pulen. Selain itu, buah alpukat aligator juga memiliki aroma yang khas.
Tak hanya memiliki keistimewaan dalam ukuran dan citarasa yang nikmat. Ternyata budidaya alpukat aligator sangat mengutungkan dan dapat menambah isi kantong anda.
6. Alpukat Tanpa Biji
Sesuai dengan julukan yang telah diberikan padanya, jenis alpukat ini mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki oleh jenis alpukat unggulan lainnya yakni daging buahnya tebal dan tidak memiliki biji sama sekali. Hampir semua buahnya penuh dengan daging super tebal. Buah alpukat tanpa bij memiliki rasa yang tidak kalah dengan jenis alpukat unggulan lainnya. Perpaduan antara daging buah yang tebal dan citarasa yang nikmat tentunya akan mampu memuaskan penggemar buah alpukat.
Tanaman Alpukat Tanpa Biji dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian ideal berkisar antara 200 – 1000 meter di atas permukaan laut, Suhu ideal untuk bibit alpukat tanpa biji sekitar 20 atau 25 derajat celcius. Beriklim sejuk.
Secara fisik, tanaman Alpukat tana biji memiliki tampilan yang hampir sama dengan jenis tanaman alpukat lainnya. Batang berwarna cokelat, bentuk daun lonjong berwarna hijau di bagian permukaan atas dan kuning kecokelatan di permukaan bawah. Buah alpukat tanpa biji juga memiliki bentuk yang hampir sama dengan jenis buah alpukat lainnya. Hanya saja, buah ini memiliki daging buah yang lebih tebal dan tidak mempunyai biji.
7. Alpukat Hass
Alpukat Hass memiliki keistimewaan dengan bentuk buahnya yang unik. buah Alpukat Hass mempunyai kulit berwarna coklat kehitaman saat sudah matang. tekstur kulitnya juga kasar dan bergerigil. Buah Alpukat Hass berbentuk lebih bulat dengan daging buahnya mempunyai warna kuning cerah dengan sedikit garis hijau menempel di kulitnya. Keunggulan lainnya adalah Buah alpukat hass mempunyai citarasa yang sangat nikmat dan sangat pulen.
Buah alpukat hass termasuk salah satu alpukat paling enak yang ada. Bukan tanpa alasan, pasalnya, buah alpukat Hass termasuk jenis alpukat dengan kualitas internasional dan termasuk alpukat dengan nilai jual yang sangat tinggi. Di Supermarket harga bisa mencapai Rp 120.000 per Kg.
Budidaya alpukat hass bisa menjadi salah satu investasi yang sangat menguntungkan dan dapat menambah isi kantong anda.
8. Alpukat Pluwang / Green Star
Alpukat pluwang mempunyai keunggulan dengan ukuran yang tergolong jumbo, bobot satu buahnya rata-rata 600-800 gram/buah. bahkan ada yang mampu mencapai berat 2 kg/buah. Alpukat pluwang mempunyai daging padat dengan tekstur lembut dengan citasara yang lebih manis dan gurih dibandingkan varietas alpukat lainnya.
Tanaman alpukat Pluwang termasuk jenis alpukat unggulan yang terkenal dengan postur tubuhnya yang pendek sehingga sangat memudahkan dalam proses panen. Di beberapa daerah terdapat berbagai istilah untuk menyebut jenis alpukat unggul ini, misalkan saja, Alpukat Hawai Jumbo, Alpukat Green Star dan Alpukat Pangeran. Hal ini disebabkan karena alpukat pluwang sendiri belum bersertifikasi.
Tanaman alpukat Green Star ini termasuk jenis alpukat yang bersifat genjah. bibit alpukat Green Star dapat mulai berbuah setelah berumur 2-3 tahun setelah penanaman. Keunggulan lainnya adalah Buah alpukat pluwang tidak disukai oleh berulat dan mempunyai daya tahan yang cukup lama.
Demikianlah informasi tentang jenis alpukat unggulan yang mempunyai rasa paling enak dan paling cocok dibudidayakan di Indonesia. Dalam artikel tersebut telah dibahas secara mendalam jenis alpukat unggulan mulai dari alpukat wina, alpukat aligator, alpukat kendil, alpukat miki, alpukat hass, alpukat tanpa biji, alpukat pluwang. Setiap jenis alpukat tentunya memiliki keunggulann masing-masing. Semuanya tergantung pada pilihan masing-masing.
Nah jika anda tertarik budidaya alpukat atau bertanam alpukat sebagai hobbi. Ada baiknya anda mengetahui cara budidaya dengan baik dan benar. Hal ini bertujuan agar bibit alpukat dapat tumbuh dengan baik dan dapat segera berbuah dengan cepat. Dalan bertanam alpukat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain : pemilihan bibit, pengelolahan tanah, penanaman dan perawatan. Semoga artikel tersebut dapat bermanfaat untuk kita semua dan Terima kasih.
Selasa, 01 September 2020
Mengenal 10 Jenis Alpukat Yang Ada Di Indonesia
SUMBER:
https://www.perjalanandiaz.com/2019/11/mengenal-10-jenis-alpukat-yang-ada-di.html
Buahnya bertipe buni, memiliki kulit lembut tak rata berwarna hijau tua hingga ungu kecoklatan, tergantung pada varietasnya. Daging buah alpukat berwarna hijau muda dekat kulit dan kuning muda dekat biji, dengan tekstur lembut.
Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 1920-1930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah & Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan & gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi.
Selain memiliki kandungan gizi yang tinggi serta rasa yang enak, ternyata alpukat juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita.
Berikut adalah 10 macam alpukat yang ada dan dikembangbiakkan di Indonesia :
![]() |
| Alpukat Mentega |
![]() |
| Alpukat Wina |
Alpukat wina adalah jenis alpukat lokal yang dibudidayakan pertama kali oleh kelompok tani di Desa Jetis, Kabupaten Semarang. Pada dasarnya merupakan tipe alpukat mentega dengan warna kulit hijau mengilap dan tebal. Bentuknya agak bulat, ukuran jumbo dengan berat mencapai 1,5 – 2 kg per buah. Dengan rasa nikmat, lembut, gurih, dan sedikit manis, tidak heran jika alpukat wina dinyatakan memiliki kualitas super.
Selain termasuk jenis alpukat khusus dataran rendah, tanaman alpukat miki ini juga memiliki sifat yang genjah atau mudah berbuah. Tanaman alpukat miki dapat mulai menghasilkan buah pada saat usia 2 – 3 tahun saja, dimana lazimnya tanaman alpukat akan mulai memasuki masa produksi pada usia di atas 5 tahun.
![]() |
| Alpukat Hass |
Ada beberapa keunggulan alpukat Hass,
1. Rasa buah alpukat hass yang sangat lezat
2. Kandungan minyaknya sangat tinggi
3. Daging buahnya sangat pulen
4. Tidak mudah busuk
5. Harga buahnya yang sangat mahal
6. Pohon mudah berbuah
7. Tingkat produktivitas lumayan tinggi
8. Pasar nasional maupun internasional masih terbuka lebar.
Karena rasa, jumlah panen yang tinggi, dan lamanya proses pembusukan, alpukat ini merupakan jenis alpukat yang paling populer dikonsumsi di berbagai belahan dunia. Di Amerika Serikat misalnya, 80% alpukat yang tersedia adalah jenis alpukat Hass. Begitu pula halnya di New Zealand, alpukat jenis ini adalah jenis yang paling banyak ditanam secara luas.
![]() |
| Alpukat Jambon |
Dari segi bentuk buah berbentuk oval, yang tak kalah menarik buahnya tahan simpan 5 sampai 7 hari dikarenakan berkulit semi tebal. Dengan berat buah rata-rata 4,5 ons per buah.
Salah satu keistimewaan alpukat ini adalah jika berbuah susul menyusul, jika ada buah yang tua maka dibarengi dengan buah yang masih kecil, berbunga dan bakal bunga.
![]() |
| Alpukat Pluwang |
Selain itu, daging buah alpukat pluwang ini tergolong tebal dengan tekstur yang lebih padat. Yang paling istimewa dari alpukat pluwang ini adalah buah alpukat ini menawarkan sensasi rasa yang lebih manis dan lebih gurih jika dibandingkan dengan jenis alpukat lokal lainnya. Perpaduan antara rasa manis dengan gurihnya daging buah alpukat, membuat buah alpukat pluwang ini membuatnya banyak di buru oleh para penghobi.
Ada banyak gelar yang disandang oleh tanaman buah alpukat pluwang ini antara lain alpukat hawai jumbo, alpukat green star dan alpukat pangeran. Secara tampilan, tanaman alpukat pluwang ini hampir sama dengan jenis alpukat lokal lainnya, hanya saja, tanaman alpukat pluwanga ini terkenal dengan postur tubuhnya yang terbilang pendek sehingga sangat mempermudah saat proses panen. Selain itu, salah satu ciri dari buah alpukat pluwang ini adalah kulit buanhya berwarna lebih hijau gelap dan mengkilap. Tanaman alpukat pluwang ini mempunyai daun yang berukuran 3x lipat lebih besar dibandingkan dengan alpukat lokal, bunganya juga mempunyai ukuran yang lebih besar.
![]() |
| Alpukat Mega Murapi |
Alpukat ini juga berbuah terus menerus seperti buah sawo. Bentuk buahnya bulat agak lonjong, tapi bijinya bulat. Cara pembudidayaan terbilang gampang, yakni dengan teknik okulasi atau sambung pucuk. Nah, dari okulasi hingga berbuah memakan waktu sekitar dua tahun. Bandingkan dengan alpukat biasa, yang bisa memakan waktu sampai lima tahun. Tanaman ini pun bisa ditanam di tanah pada ketinggian sampai 600 meter di atas permukaan laut (dpl). Bahkan agak lebih tinggi sedikit dari itu juga masih bisa tumbuh dan berbuah.
![]() |
| Alpukat Kendil |
Buah alpukat kendil memiliki rasa yang lezat, termasuk jenis mentok alpukat. Buah alpukat kendil juga menghasilkan tekstur yang tebal dan pulen. Kelebihan lain dari alpukat kendil adalah daun alpukat kendil juga tidak disukai oleh ulat bulu sehingga bagi anda yang takut ulat jangan khawatir.
![]() |
| Alpukat Aligator |
Alpukat jenis ini menarik perhatian pecinta buah karena ukurannya yang besar. Tidak hanya posturnya yang besar, buah ini memiliki daging yang tebal. Tidak hanya unggul dalam ukuran, alpukat ini memiliki rasa yang istimewa, karena tidak memiliki rasa pahit. Tekstur buahnya halus dan lembut tanpa serat, menjadikan buah alpukat aligator ini menjadi buruan pecinta buah.
Menarik, Alpukat Tanpa Biji
sumber :https://8villages.com/full/petani/article/id/5a3ce912b4cf55bb30d13a13
Alpukat memang salah satu buah favorit masyarakat di Indonesia, rasanya yang nikmat dan teksturnya yang lembut menjadikan alpukat bahan favorit di berbagai menu makanan dan minuman.
Namun, banyak orang yang mengeluh karena daging buahnya yang sedikit dan bijinya yang besar.
Sekarang hal ini bisa ditepis, sebab kini telah hadir buah alpukat dengan rasa yang sama nikmatnya namun tak berbiji. Otomatis, daging buahnya lebih banyak.
Permintaan akan buah ini juga semakin menanjak dari hari ke hari. Itu sebabnya peluang pasarnya juga semakin besar.
Sebenarnya tanaman alpukat tanpa biji (Persea americana) memiliki ciri-ciri fisik yang sama dengan alpukat berbiji, batang berwarna cokelat dengan daun lonjong berwarna hijau di permukaan atasnya dan kuning kecokelatan di permukaan bawahnya. Bentuk buahnya pun sama dengan alpukat berbiji.
Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat diperoleh secara generatif (melalui biji) dan vegetatif (penyambungan pucuk/enten dan penyambungan mata/okulasi).
Dari ketiga cara itu, bibit yang diperoleh dari biji kurang menguntungkan karena tanaman lama berbuah (6-8 tahun) dan ada kemungkinan buah yang dihasilkan berbeda dengan induknya. Sedangkan bibit hasil okulasi maupun enten lebih cepat berbuah (1-4 tahun) dan buah yang didapatkannya mempunyai sifat yang sama dengan induknya.
Untuk alpukat jenis Persea americana bisa dikembangbiakkan dengan teknik sambung pucuk atau okulasi.
Untuk pohon indukan, baiknya menggunakan tanaman yang disemai dari biji supaya lebih kuat. Tanaman induk siap untuk disambung saat batang sudah setinggi 10 cm atau berumur sekitar empat bulan.
Tanaman yang bibitnya berasal dari perbanyakan okulasi dapat tumbuh optimal di dataran tinggi 200-1000 mdpl atau tempat beriklim sejuk dengan suhu 20-250C.
Cukup ditanam di tanah humus atau tanah yang sudah dicamur dengan kompos, pohon dapat berbuah di usia tanam 3-5 tahun.
Tanaman alpukat tanpa biji lebih efektif ditanam di tanah yang remah, bersifat lempung berpasir dan banyak mengandung unsur hara.
Selain itu lahan tanam harus memiliki kemampuan membuang air yang baik supaya tidak terjadi genangan di sekitar tanaman.
Untuk lubang tanam, bisa dibuat dengan ukuran 75 x 75 x 75 cm dan dibiarkan terbuka dengan paparan sinar matahari selama kurang lebih 2 minggu setelah digali. Hal ini bertujuan untuk mematikan bakteri-bakteri yang ada dalam media tanam tersebut.
Setelah itu setengah dari lubang diisi campuran tanah dan kompos. Barulah bibit diletakkan pada media tanam. Untuk bibit baru membutuhkan air yang cukup sehingga perlu dilakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari, saat musim hujan tidak perlu disiram.
Untuk pemupukan, tanaman umur 1-4 tahun diberi urea 0,27-1,1 kg, TSP 0,5-1 kg dan KCI 0,2-0,83 kg per pohonnya.
Untuk tanaman usia 5 tahun diberi urea 2,22-3,55 kg, TSP 3,2 kg, dan KCI 4 kg setiap pohonnya.
Pemupukan sebaiknya dilakukan satu kali dalam satu tahun. Caranya dengan membuat lubang lubang sedalam 30-40 cm melingkari tanaman sebagai tempat pupuk.
Tanaman akan mulai berbuah 6-7 bulan setelah berbunga dan akan terus berbuah setiap bulannya.
Namun jika akan ditanam di dalam pot sebaiknya menggunakan pot berdiameter lebih dari 60 cm dengan media tanam tanah humus.
Jangan lupa untuk menyiram tanaman 2 kali sehari dan diberi pupuk satu bulan sekali dengan pupuk NPK daun.
Menurut Ahmad Syafii, seorang pembudidaya alpukat tanpa biji asal Kota Batu, Jawa Timur, tanaman ini fleksibel dan tahan banting. “Alpukat tanpa biji bisa tumbuh di cuaca panas, dingin juga bisa,” ungkap Ahmad. Namun, cuaca memengaruhi cepat atau lamanya pohon berbuah.
Ahmad mengatakan perawatan tanaman ini mudah. Penyiraman dilakukan setiap hari di pagi dan sore hari. Pemberian pupuk cukup dilakukan satu hingga dua minggu sekali.
Penanaman di dalam pot akan membuat tanaman ini lebih aman dari hama rumput dan mudah dipindahkan untuk mendapat cahaya matahari yang cukup.
Ketika masa awal okulasi, musuh terbesarnya adalah hujan yang sering turun. “Hujan membuat bibit banyak yang busuk dan susah untuk menempel dengan batang.
Namun, jika okulasi berhasil dan sudah menjadi bibit indukan yang baik, justru air hujan menjadi sahabat tanaman ini untuk tumbuh subur”.
Cara melakukan okulasi
- Kulit pokok pohon alpukat disayat dengan pisau tajam sepanjang 10 cm
- Kulit kayu pohon alpukat ditarik ke bawah hingga menjuntai seperti lidah
- Selanjutnya, kulit kayu dipotong hingga tersisa 5 cm
- Mata tunas pohon alpukat disayat beserta sedikit kayu dari cabang mata tunas
- Lepas kayu tersebut pelan-pelan tanpa merusak mata tunas
- Kulit bermata tunas dimasukkan diantara kayu dan kulit batang kemudian ditutup kembali seperti semula
- Balut dengan plastik pita atau serabut kelapa dan usahakan agar mata tunas tidak tertutup
Referensi:
bibitbuahku.com
infotanamanbuah.com
pertanianku.com
-
https://youtu.be/Ns2UOQGSwyE
-
https://youtu.be/PV_LEot8uow



















